The Blog

Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tergerak untuk menciptakan senam irama adaptif bagi tunanetra. Keenam mahasiswa UNS tersebut terdiri dari Rahmat Subroto dari Program Pendidikan (Prodi) Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga 2017, Lusi Hikmawati mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2017, Tri Lestari dari Prodi Pendidikan Seni Rupa 2017, Riska Fatmawati dari Prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB) 2018, Nanda Dewi dari Prodi PLB 2017 dan Yochidamai Akhsanitakwim dari Prodi Biologi 2017.

Ketua Tim, Rahmat Subroto mengatakan, senam tersebut diciptakan berawal dari keresahan mereka atas siswa tunanetra yang tidak dapat melihat gerakan yang dipraktikkan oleh model yang terdapat pada video senam. Padahal kebutuhan tunanetra atas berbagai aktivitas fisik pada kegiatan olahraga sangat penting untuk mengembangkan keterampilan orientasi dan mobilitas. Atas bimbingan dari Dosen PLB FKIP UNS, Sugini, M.Pd, mereka membuat inovasi dengan mengadaptasi senam irama agar mudah diakses oleh tunanetra. Senam irama hasil karya mereka memuat lirik yang menggambarkan gerakan yang dipraktikkan sehingga memudahkan tunanetra untuk mengikuti gerakan-gerakan tersebut. Gerakan yang dipraktikkan dalam senam tersebut bersifat sederhana, namun memiliki filosofi dan maksud tersendiri yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan tunanetra. Adanya senam irama adaptif bagi tunanetra ini bertujuan untuk melatih keyakinan langkah kaki, koordinasi tangan dan kaki, keseimbangan tubuh, serta memperbaiki postur tubuh. Saat ini senam irama adaptif tersebut sudah diterapkan di SMP Modern Islamic School (MIS) Surakarta.

“Senam irama adaptif tersebut diterapkan pada siswa tunanetra di SMP Modern Islamic School Surakarta yang telah dipilih sebagai mitra Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dari tim kami,” jelas Rahmat, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, mereka juga berharap, dengan adanya senam irama adaptif bagi tunanetra ini dapat dimanfaatkan secara luas dan meningkatkan tingkat kebugaran tubuh serta keterampilan orientasi dan mobilitas bagi tunanetra.
“Namun, kedepannya, senam irama tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh tunanetra secara luas. Harapannya, dengan aktif bergerak melalui kegiatan senam irama, tunanetra dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh serta memperbaiki keterampilan orientasi dan mobilitas yang sangat penting untuk kemandirian hidup mereka,” pungkas Rahmat